Pengedar Sabu Antar Kota

Post by Administrator | Tanggal : 2018-03-01 09:34:42

&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar, kembali mengukir prestasi dengan menangkap satu orang tersangka tindak pidana narkotika dan menyita empat gram sabu-sabu. Seorang pedagang ayam potong di kabupaten Blitar ditangkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten Blitar,Pelaku NA (37) warga Kecamatan Doko ini ditangkap di sebuah SPBU mini desa Suru Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Dia ditangkap tanpa perlawanan di depan pom mini dekat rumahnya, di kawasan Dusun Carakembang, Desa Suru pada Senin (19/2/2018)saat hendak bertransaksi dengan calon pemesan. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan petugas.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kepala BNN Kabupaten Blitar AKBP Agustianto menandaskan, penangkapan ini merupakan wujud nyata BNN dalam pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Blitar. “Saya sampaikan peredaran narkoba di Kabupaten Blitar itu tetap ada. Penangkapan ini wujud nyata bahwa saya tidak tinggal diam,” kata Agustianto dalam press release yang digelar Senin (26/2/2018).<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari hasil penangkapan di dapat barang bukti&nbsp; diantaranya 4 gram sabu, dua unit telepon seluler, satu buah timbangan, plastik klip, dan uang tunai Rp 300 ribu. ” Kami sudah beberapa hari&nbsp; melakukan pengintaian karena pelaku sudah lama mengedarkan sabu di wilayah Blitar. Selain itu kami juga dapat informasi jika rumah tersangka sering digunakan untuk pesta narkoba,” ungkap AKBP Agustianto S.H , M.H.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Di hadapan petugas, NA mengaku ia mendapatkan sabu dari seseorang yang tidak dikenal yang menghubunginya melalui telepon seluler. Sekali pesan ia menerima sabu seberat 5 gram dengan harga Rp 6,5 juta. Ia juga mengakui jika sudah setahun terakhir sering memesan sabu melalui telepon seluler.Selain menggedarkan sabu-sabu, tersangka yang sehari-hari berjualan ayam potong juga terbukti menjadi pengguna. Tersangka mengaku baru menggunakan sabu selama satu tahun terakhir dan sering berpesta sabu bersama teman-temannya.<br>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; “Saya tes urine hasilnya positif. Hal tersebut dikuatkan dengan timbangan sebagai barang bukti. Kalau bukan pemakai mana mungkin ada timbangan,” tegas orang nomor satu di BNN Kabupaten Blitar.Kini tersangka dijebloskan ke sel tahanan BNN Kabupaten Blitar untuk pengembangan. Akibat perbuatannya ia dijerat Pasal 114, Pasal 112 UU RI No 35&nbsp; Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. (hms)